Jangan Berlomba Dalam Urusan Dunia 

Dunia bukan lah perkara yang pantas dikejar atau di perjuangkan oleh seorang hamba Allah sehingga di berlomba dengan hamba Allah yang lain untuk mengejarnya karena dunia adalah tempat yang hina , rendah, menipu dan membinasakan para pencintanya .

Maka yang selamat yang menghindar dari nya dan menuju akhirat tempat keselamatan yang sebenarnya dan sibuk dengan amalan yang mendekatkan dirinya kepada ridho Allah dan akhirat yang abadi di dalam syurga Allah Ta’ala.

▪️Al imam Al Hasan Al Bashri mengatakan,

إذا رأيت الرجل ينافسك في الدنيا فنافسه في الآخرة

“Apabila engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka unggulilah dia dalam masalah akhirat.”

▪️Al imam Wahib bin Al Warid Rahimahulloh mengatakan,

إن استطعت أن لا يسبقك إلى الله أحد فافعل
“Jika kamu mampu untuk mengungguli seseorang dalam perlombaan menggapai ridha Allah, lakukanlah.”

▪️Sebagian ulama salaf mengatakan,

لو أن رجلا سمع بأحد أطوع لله منه كان ينبغي له أن يحزنه ذلك
“Seandainya seseorang mendengar ada orang lain yang lebih taat pada Allah dari dirinya, sudah selayaknya dia sedih karena dia telah diungguli dalam perkara ketaatan.”[ kitab Latha’if Al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Rahimahulloh , hal. 244 ]

Dan baginda yang Mulia berwasiat kepada salah satu Sahabat yang dicintainya Syaddaad bin aus Radhiyallahu anhu berkenaan dengan mereka mereka yang berlomba mengejar dunia dengan mengatakan ,

يا شدَّادُ بنُ أوسٍ ! إذا رأيتَ النَّاسَ قد اكتنزوا الذَّهبَ والفضَّةَ؛ فاكنِز هؤلاء الكلماتِ : اللَّهمَّ ! إنِّي أسألُك الثَّباتَ في الأمرِ ، والعزيمةَ على الرُّشدِ ، وأسألُك موجِباتِ رحمتِك ، وعزائمَ مغفرتِك ، وأسألُك شُكرَ نعمتِك ، وحُسنَ عبادتِك ، وأسألُك قلبًا سليمًا ، ولسانًا صادقًا ، وأسألُك من خيرِ ما تعلَمُ ، وأعوذُ بك من شرِّ ما تعلَمُ ، وأستغفرُك لما تعلَمُ ؛ إنَّك أنت علَّامُ الغيوبِ

Wahai Syaddad bin Aus, jika engkau melihat manusia telah menyimpan emas dan perak, perbanyaklah mengucapkan kalimat-kalimat ini:

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kekokohan di atas perkara agama, istiqamah di atas jalan yang haq, dan aku memohon sebab-sebab mendapatkan rahmat-Mu dan sifat-sifat yang menguatkan untuk mendapatkan ampunan-Mu dan bersyukur atas nikmat-Mu, aku memohon kebagusan dalam ibadahku kepada-Mu, hati yang selamat, dan lisan yang jujur. Aku memohon kebaikan yang Engkau ketahui.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang Engkau ketahui. Aku memohon ampun kepada-Mu dari yang Engkau ketahui.
Sesungguhnya, Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang gaib.” (Silsilah Hadits Shahih: 7/695)

Maka untaian kalimat kalimat indah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ini menjelaskan betapa perkara perkara yang diridhoi Allah dari ketaatan dan yang lainnya.
Adalah perkara yang lebih baik dari dunia dan seiisinya.

Jangan sibuk dunia , sibuklah dengan perkara perkara akhirat maka kita akan selamat.

Wallahu A’lam
Akhukum fillah
Abu abdirrohman Abdullah bin Amir maretan